Laman

Sunday, 29 April 2012

Bukan Aku Atau Dia Namun Kita


Tidak sedikit kita jumpai dua insan yang saling mencintai namun cintanya harus kandas ditengah jalan. Dan banyak juga kita jumpai yang hubungannya begitu langgeng dan terasa menyenangkan ketika dipandang dari sisi luar dan kadang melambungkan angan kita betapa ingin menjalani suatu hubungan seperti mereka. Setiap orang pasti menginginkan selalu bersama dengan orang yang disayangi sampai akhir hayat memisahkan. Kedengaranya sangat asik dan menyenangkan jika cita-cita yang mulia ini dapat terwujud.

Hal yang membayangi pikiran ini saat ini adalah bagaimana ya caranya agar bisa mewujudkan cita-cita tersebut. Tidak mudah memang tapi menilik banyak yang berhasil juga kan daripada yang gagal. Dari beberapa hal yang coba aku gali dan dapat dari mereka dan dari literatur yang aku baca baik dari sisi agama maupun dari non agama ada beberapa prinsip yang harus kita tanamkan pada pribadi kita masing-masing agar perjuangan cinta kita tidak terhenti ditengah lautan yang luas. Sehingga kita mau kembali juga jauh mau terus kok ya jauh kan gak enak tentunya. Terombang ambing di tengah lautan yang luas bisa-bisa bikin galau bombai kalu pinjem istilahnya anak Gaul jaman sekarang.

Hal yang pertama adalah bagaimana pola berfikir kita, sering kita menjumpai seseorang kalau sudah cinta dan sayang ma pasanganya yang dia pikirkan hanya pasangannya melulu sebagai prioritas utama dan kadang melupakan dirinya sendiri. Baik bagi si laki-laki maupaun perempuan. Jadi ketika kita sudah memutuskan untuk membangun cinta bersama orang yang telah kita pilih maka janganlah kita terlalu memikirkan dia begitupun pasangan kita janganlah terlalu memikirkan kita. Yang ada di benak kita bukan lagi dia dan aku melulu tapi setiap hal yang akan dilakukan sudah berubah menjadi ‘KITA’. Yupz.. sekali lagi KITA karena ketika sudah memutuskan untuk tidak sendirian pola pikir yang harus selalu tertanam adalah tentang KITA dan KITA sehingga semua keputusan yang diambil adalah buat kebaikan KITA bukan lagi DIA dan AKU lagi karena sekarang kita sudah tidak sendiri lagi. Heheee.. kedengaran-nya mudah memang tapi saya yakin gak gampang. Meski saya gak ahli di bidang ini karena saya sendiri juga belum terjun langsung alias masih proses belajar. Namun, inilah realita yang coba saya amati dan dapati dari masyarakat saat ini.

Prinsip yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita tanamkan di benak hati sanubari terdalam dan pikiran jernih kita masing-masing bahwa kita memutuskan untuk mencintai dan memilih pasangan kita dengan secara utuh apa yang dia miliki begitupun orang yang kita sayangi. Maksutnya bagaimana?? Menerima secara utuh disini yang dimaksut adalah kita menerima dia karena dia apa adanya bukan karena ada apanya?? Sehingga kita sudah siap dengan ikhlas dan legowo atas semua kekurangan yang dimiliki pasangan hidup kita. Dan harus ditekankan bahwa jangan pernah sedikitpun mengungkap atau memikirkan kekurangan orang yang kita sayangi. Kita lihat sisi baik dan positive-nya selalu sehingga tidak ada celah untuk marah atau merasa menyesal karena telah memilih dia sebagai pelengkap tulang rusuk kita yang hilang. Dan dalam muara akhir dari pemikiran ini akan didapat kesimpulan selalu dihati dan pikiran yang jernih bahwa segala kelebihan yang dimiliki pasangan kita tidak ada sekecil apapun alasan untuk melihat celah kekurangannya atau bisa dikatakan segala kelebihan yang dimilikinya seolah-olah menjadikan dia begitu sempurna. Dengan begitu insyaallah perjuangan cinta kita akan bertahan selamanya.

Dan yang terakhir adalah selalu penuhilah kewajiban anda dan jangan pernah menuntut hak anda pada pasangan anda, begitupun pasangan anda juga harus melakukan kewajibanya. Sehingga ketika kita melakukan kewajiban kita berarti telah memenuhi hak si dia dan begitupun sebaliknya. Dan harus selalu ada yang mengalah ketika salah satu diantaranya mengeras seperti batu. Karena ketika keduanya mengeras maka jika berbenturan akan hancur keduanya. Begitulah logika pikir yang dangkal ini coba menulisnya dalam tulisan ini.

Meski gak experience saya memiliki keyakinan cukup kuat dengan menerapkan hal tersebut insyaallah kita akan selalu bahagia dengan orang yang kita putuskan untuk kita sayangi. Banyak memang prinsip-prinsip yang lain namun ketika hal tersebut diatas sudah kita pegang maka yang lain akan mengikutinya. Dan akupun juga sedang belajar dan menerapkan hal ini hampir dua tahun sampai saat ini. Namun, semua prinsip tersebut hanya berlaku untuk membendung problem internal artinya menahan problematika yang muncul diantara kedua insan saja. Ketika problematika muncul dari pihak luar tentunya kaidah-kaidah tersebut tidak akan bisa berbicara banyak. Dan kebijakan hati semua yang terlibatlah yang memutuskannya.

Salam sok2’n kusus untuk tulisan ini... hahaa....
Selamat mencoba semoga para pejuang cinta semoga tidak tersesat
Somen_49