Laman

Monday, 20 February 2012

Ukuran Rumah Akhir Semua Manusia Adalah Sama


Hi.. kawan yang tersasar dicatatan kecil saya, kali ini ingin rasanya sedikit menulis tentang fenomena hedonisme kehidupan dizaman modern. Kebanyakan orang diera milenium dengan kemajuan teknologi lupa akan tujuan akhir dari kehidupan. Mereka berlomba-lomba untuk menumpuk harta benda, membangun rumah-rumah mewah dengan berbagai asesoris mewah dan tidak sedikit yang rela melakukan segalanya untuk mendapatkan hal tersebut. Mulai dari korupsi kecil-kecilan sampai besar-besaran dan secara terang-terangan, ada juga yang melakukan jual beli barang haram dan banyak motive lain yang di gunakan demi kebahagiaan dan kemewahan dunia yang sesaat saja. Berkerja mati-matian sampai lupa akan kewajiban sholat dan mengingat akan Allah Azza Wajalla. Ironis memang tapi itu kenyataan yang bisa kita jumpai diera sekarang. Bahkan yang cukup menggelitik rata-rata mereka adalah orang-orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi.

Coba kita tengok gambar kecil diatas, adakah perbedaan ukuran dan bentuk dari kuburan yang nantinya menjadi peristirahatan kita yang paling lama daripada umur kita didunia. Antara pemilik rumah gubuk kecil nan reot dan pemilik gedung pencakar langit ukuran kubur kita tidak berbeda dan cara kita dikuburkan juga tidak beda, lembaran kain kafan yang kita pakai jumlahnya juga tidak beda. Harta benda yang melimpah yang telah ditumpuk-tumpuk menggunung tidak akan mengantarkan kita dan menemani kita dikubur yang sempit itu. Istri, Anak, Dan Keluarga yang kita sayangi pergi jua dan tidak akan menemani kita dikubur.

Lalu siapa yang setia menemani kita sampai dipetak kecil itu?? Siapa yang akan melonggarkan ukuran tempat peristirahatan akhir tersebut?? Yang setia membela kita ketika malaikat maut datang?? Yang setia Membela kita dihadapan Allah Azza Wajalla?? Yupz.. tidak ada satupun yang setia mengiringi kita selain Amal sholeh kita (Sholat kita, Amal kita, Sodaqah kita, kebaikan-kebaikan kita, dan semua amal kebaikan yang telah kita lakukan selama didunia yang sesuai dengan tuntunan Nabi besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wa'Sallam). Masihkah kita akan beralasan Tuhan maaf saya capek jadi saya sholat dirumah saja yaa..!!! Tuhan maaf saya sibuk jadi saya lupa sholat ntar aja ya kalau sudah pensiun dan saya longgar..!! Tuhan maaf saya capek,ngatuk dan besuk harus bekerja jadi saya gak usah bangun sholat malam ya..!!! Tuhan saya gak mau miskin dan menderita gak apa-apa ya saya korupsi dan saya mencuri..!! alasan apa lagi yang akan muncul dari kita.. masihkah ada keberanian untuk tidak dekat pada Rabb karena alasan kesibukan dunia?? ingat teman ukuran kubur kita sama tidak peduli seperti apa dan sebesar apa dunia yang kita miliki.

Sebelum umur kita diminta Allah Azza Wajalla marilah somen dan temen yang kesasar dimari kita bersemangat untuk mencapai yang terbaik untuk akhirat kita dengan tidak melupakan dunia kita. Kita cukupi dunia kita dengan jalan yang penuh ridhaNya. Dan kita cukupi Akhirat kita dengan jalan yang telah di Ajarkan Rosulullah Sallallahu Alaihi Wa'sallam..

Cukup dulu corat coret mengisi waktu kosong jam istirahat siang hari ini...
20-02-2012 somen_49