Laman

Saturday, 14 January 2012

Never Ever Give Up

(Gambar di kutip dari sini)

Mentari pagi yang tak kunjung muncul di sabtu pagi 14 Januari 2012 karena dibalut mendung dan sedikit rintikan hujan memang cucok untuk melanjutkan perjuangan tidur. Namun, kupaksakan kedua jendela duniaku alias mata saya untuk melek..hehee.. karena saatnya membuat suatu karya untuk Catatan Kang Somen. Buat temen-temen yang tidak sengaja nyasar di blog ini, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi suatu nasehat atau faedah yang saya dapatkan saat mengikuti taklim atau kajian rutin pada selasa 10 Januari 2012. Agak telat sih nulisnya maklum sibuk banget.. hehee. Yang bener males buat ngetik.
Semoga sedikit namun bermanfaat daripada banyak tidak ditulis dan tidak dibaca sama sekali. Kebetulan tema yang dibahas adalah perihal tingkat kepercayaan atau iman kita pada Allah Azza Wajalla atau istilahnya tentang Tauhid. Berikut beberapa hal yang sangat luar biasa yang saya dapatkan dari indahnya menuntut ilmu agama Islam tercinta. Karena ajaran islam memang luar biasa dan semakin kita faham semakin kita akan menuju kebahagiaan dan jauh dari kesedihan.
  • Nasehat yang pertama, Allah Azza Wajalla lebih mencintai/senang dengan mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Kata ‘ kuat ‘ dan ‘ lemah ‘ disini mengandung makana umum dan tidak kusus. Karena mukmin yang kuat lebih bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan mukmin yang lemah. Contoh, seorang mukmin yang ilmunya kuat maka dia akan bisa mengajak dan mengajarkan orang untuk lebih dekat dengan Allah dibanding mukmin yang lemah, mukmin yang kuat Imannya maka akan lebih tahan terhadap cobaan dibanding mukin yang lemah Imannya, mukmin yang kuat fisiknya lebih mampu menjalankan ibadah secara maksimal dibanding dengan yang lemah, dan banyak contoh lainya. Namun, betapa Allah sangat luarbiasa dan mulia sehingga tidak ada manusia yang kuat dalam segalanya. Setiap mukmin di anugerahkan kelebihan dan kekurangan masing-masing yang tidak dimiliki oleh mukmin yang lain. Sehingga dapat menjadikan manusia semakin sadar dan saling tolong menolong satu dengan lain. Untuk itu janganlah berkecil hati ketika ada sedikit kekurangan bahkan jangan terlalu berbesar hati alias sombong ketika punya kelebihan. Yakinlah tidak ada satupun yang Allah ciptakan didunia ini yang sia-sia.
  • Tidak boleh meremehkan orang lain. Seperti dijelaskan di point satu diatas bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Untuk itu janganlah pernah memandang remeh orang lain, karena bisa jadi mereka lebih mulia dan lebih hebat daripada kita.
  • Bersemangatlah melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat. Indahnya nasehat ini, Islam selalu mengajarkan pada kita untuk selalu bersemangat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sehingga hidup kita di dunia ini sedikit yang terbuang untuk hal yang sia-sia.
  • Minta tolonglah hanya kepada Allah Azza Wajalla semata. Tidak ada yang bisa memberikan pertolongan pada kita selain Allah swt. Untuk itu ketika kita diberi cobaan atau sedang diberi nikmat atau sedang menginginkan sesuatu minta-lah hanya padaNya. Karena semua yang ada di alam semesta ini terjadi karena rencanya. Tidak ada kekuatan yang mampu merubah takdir kita selain Do’a. Olehkarena itu berdo’a dan berdo’a-lah hanya padaNya.
  • Larangan keras untuk putus asa/pesimis. Tidak ada kata putus asa bagi seorang muslim sejati, karena orang yang putus asa atau pesimis sama halnya atau secara tidak langsung meremehkan kuasa Allah Azza Wajalla. Allah maha segalanya janganlah pernha berputus asa atas, yakinlah Allah pasti akan memberikan apa yang kita inginkan dengan cara yang tentunya Allah lebih tau apa yang terbaik buat kita. Bisa jadi Allah menjawab do’a kita dengan menggantiNya yang jauh lebih dari apa yang kita inginkan.
  • Jika tertimpa musibah tidak boleh bagi kita untuk berkata “ seandainya saya tidak begini.. seandainya kamu tadi tidak begini.. begitu.. dan lainya ” Namun katakanlah ” semua ini adalah takdir Allah Azza Wajalla “. Karena semua yang terjadi adalah atas kehendak dan takdirnya. Tentunya setelah kita melakukan usaha dan kehatia-hatian ekstra tinggi jika masih terjadi itulah yang dinamakan takdir. Jangan pasrah dan berkata ini sudah takdir itu bukan seorang mukmin namanya. Dan dari setiap hal yang telah terjadi harus dilakukan perenungan atau istilah kerenNya instropeksi diri dari semua yang terjadi apakah karena kita banyak atau sering lali padaNya sehingga kita ditegurnya melalui kejadian yang kita alami.
Itulah sedikit yang saya dapatkan dan yang mampu saya tangkap dari akal yang saya yang penuh akan kekurangan ini. Semoga bisa menjadikan kita pribadi yang selalu bersemangat untuk melakukan kebaikan, tidak pernah putus asa dan selalu menyandarkan semua hal hanya pada Allah Azza Wajalla. Jika ada kesalahan rangkaian kata tentunya itu karena jauhnya diri ini dari kesempurnaan namun jika ada yang bermanfaat semua itu murni datangnya dari Allah Azza Wajalla.

Somen_49