Laman

Thursday, 5 January 2012

3 Sarjana Teknik Berguru Pada Operator

(Gambar dikutip dari sini)
'Pengalaman adalah guru yang paling baik' rangkaian kata yang amat sangat sering mengiang ditelinga kita tentunya. Namun, tidak sedikit orang yang dikalahkan akan egonya dan tidak memperdulikan pengalaman mentang-mentang punya title alias sekolah tinggi. yang kayak gini jangan ditiru ya adek.. adek.. hehee...

Rabu 04 January 2012, hari dimana saya dan dua orang teman kantor saya mendapat giliran untuk OJT alias on the job trining disalah satu bagian ditempat kami bekerja. Seperti ketika kita ditempatkan dibagian lain dimana harus belajar tentang tugas dan wewenang unit tempat OJT serta proses kerja dan proses plant yang digunakan. Tiga orang sarjana muda yang masih cukup awam dan belum familiah perihal peralatan pabrik yang tentunya amat sangat berbeda dengan apa yang kami dapat dibangku kuliah. Yang beda bentukny aja sih namun secara prinsip kerja kita sudah tahu secara teoritis. Yupz.. sekali lagi saya tulis secara teoritis.

Untuk kesempatan kali ini kita dihadapkan pada suatu plant SA alias Asam Sulfat. Dan yang mengenaskan pembimbing yang seharusnya mengajari kami dan mengajak tour ke pabrik untuk mengenal alat-alat yang ada dipabrik ternyata sakit dan dengan terpaksa tidak bisa masuk. Jaidlah kita terlantar beberapa jam, tidak mau membuang waktu sia-sia karena cuman tinggal satu hari waktu kita diunit tersebut. Dengan modal PD alias sok-sok'an kami melangkahkan kaki untuk menuju control room serta mencari bapak-bapak operator yang kami yakini tahu secara detail tentang proses produksi dan isi pabrik. Ditengah suara bising turbin, kompresor, boliller dan alat-alat lainya tidak menyurutkan keinginan untuk belajar pada operator yang sudah senior.

Plant yang pertama kita datangi adalah unit SU dimana bertanggung jawab perihal Utilitas di Pabrik III kususNya supply steam dan Listrik.Terjadi diskusi dan tanya jawab yang sangat menarik dibagian ini karena amat sangat nyambung dan sesuai dengan background kuliah kami yaitu Mechanical Engineer. Dimana kita berdiskusi dan mencuri ilmu lapangan dari bapak operator perihal Turbin, Boiller, Economizer, Pompa de el el. Meski hanya lulusan SMU/STM namun si Bapak sangat pandai dan menguasai secara gamblang tentang peralatan dan cara kerja alat-alat tersebut. Setelah ditanya-tanya ternyata si Bapak masih baru di Pabrik tersebut. Baru berapa lama pak?? tanya kami. Baru 27 tahun mas.. hahhaaa.. kamipun tertawa mendengar jawaban bapak operator. Kalau segitu ma gak baru pak tapi dah uzdur..hehee.. sambil merem ja ya pasti bisa wong tiap hari utek-utek alat yang sama. Pengalaman really is the best teacher.

Petualangan kami berlanjut ke pabrik SA, diunit ini kami disambut dengan hangat diruangan kecil ditengah-tengah pabrik yang cukup berpolusi dan sangat bising banget. Kalau bapak-bapak bilang 'Rene-rene mas ben ngrasakno urip di barack ben ga dikantor terus sarjana-sarjana anyar iki' hehhehee.. kitapun tertawa dan suasana sangat cair tentunya. Setelah puas ngobrol ngalor ngidul yang tidak ada hubungannya tentang pabrik saatnya diskusi dan penjelasan tentang proses dan alat-alat di unit SA ini. Kebetulan kami dipandu seorang Kepala Regu yang keren abis top pinter banget deh sob... meski hanya lulusan SMU namun SMU terkenal dan paling baik lho di surabaya. Disela-sela penjelasan si bapak menceletukkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami hening dan terdiam sejenak untuk mengajak otak berfikir melayang mengingat apa yang kami dapat di bangku kuliah. Meski kadang beliau malu 'masak mengajari sarjana mas, ntar aku dikira sok keminter kalian kan yang sekolah'. hahhaaa.... gelak tawapun mencairkan suasana diskusi. Disini kita belajar sama bapak kan bapak yang lebih pengalaman. Habisnya dari tadi pertanyaanya benar-benar bukan bidang kami. Yang ditanyakan all about Teknik Kimia banget kita kan anak Mesin pak salah satu dari temen ngeles.com..hahaaa.. bapaknya tertawa sambil berkata 'kan kalian sarjana dan yang sekolah ya harus tahu ntar kalau saya yang ngomong dikira keminter' sarjana itu harus belajar dan tahu banyak hal, kan calon leader perusahaan. Ehm.... benar juga nasehat ni bapak *dalam hati berbisik*. Namun, kami tidak mau malu duonk tentunya dihadapan bapak-bapak ini. Ya meski kalah pengalaman namun kita dibesarkan dengan logika dan pola pikir yang Technical banget so kita harus bisa menjawab dengan logika kami.

Dan jawaban-jawaban kami yang mengandalkan logika dapat diterima si Bapak karena secara umum memang seperti itu jawabannya meski gak sama persis yang penting intinya gitu mas si bapak berkata. "Inilah  hasil dari pendidikan diperguruan tinggi dimana terbentuknya suatu pola pikir yang logis dalam memecahkan suatu permasalahan dan menjelaskanNya". Jadi yang malas-malas kuliah karena gak tau tujuan kuliah buat apa cermati ini baik-baik. Kuliah jangan hanya ngejar nilai A..A.. tapi gak dapet apa-apa alias selembar transkrip bagus dan ijasah aja..hahhaaa.... Setelah puas menjelaskan serta mengenalkan satu-satu alat-alat yang ada diunit tersebut si Bapak memberikan suatu pesan moral yang luar biasa bai saya:
  1. Saya gak sekolah seperti kalian-kalain mas, namun kami punya modal yang cukup dari pengalaman kami bertahun-tahun kerja di unit ini. Ini yang bisa kami bagi dan mas kan sudah punya teori yang cukup jadi kalau bisa menggabungkan antara teori dan ilmu aplikasi dilapangan dan kerja secara maksimal yang terbaik Insyaallah karir mas ya bagus. Rizki dan semuanya memang sudah diatur oleh Allah Azza Wajalla namun juga harus berusaha keras.
  2. Kejarlah cita-cita dan mimpi kalian melalui pendidikan mas, jangan kayak kita dulu lulus SMU langsung kerja. Ya mikirnya masih kolot mas, yang penting sudah bisa dapat uang la ngapain harus capek-capek sekolah lagi. Tapi sekarang coba lihat, mas dengan sabar nambah 4 tahun pendidikan dan dapat gelar sarjana masuk disini sekarang sudah se-level sama kita-kita yang sudah 27 tahun. enak kan sekolah????
  3. Sekolah dimana saja itu sama saja mas kalau menurut saya, yang penting anaknya bertanggung jawab dengan pilihan yang diambilnya. Anak-anak saya saya gitukan mas, ini salah satu anak temen bapak satu barak malah ada yang baru lulus S-2 dan sudah diterima diinttasi yang bagus untuk kerja.
Sebuah pesan moral yang luar biasa, unutk para pembaca yang nyasar diblog Catatan Kang Somen, Yuk mari kita bersemangat untuk belajar.. belajar... belajar.... dan sekolah...sekolah..sekolah.... meski kita lulusan perguruan tinggi jangan pernah merasa sok pintar lho ya.. kalian boleh jago secara ilmu teoritis namun unutk ilmu aplikasi dan trouble shooting di lapangan Nol Besar alias masih cupu. Untuk itu seraplah ilmu dari arah mana saja, jangan pernah malu meski belajar dari orang yang jauh dibawah kita level pendidikannya. ingat-ingat selalu kata-kata bijak diatas " Experience is the best teacher on our life "

somen_49