Laman

Thursday, 22 December 2011

Tiap Detik Nafas Kita Adalah Hari Ibu


Hari ini saya melihat status FB temen-temen dan hampir semuanya mencerminkan bahwa hari ini hari ibu. Aku berfikir sejenak dan meilihat jam tangan ternyata hari ini tanggal 22 Desember 2011. Baru tahu saya kalau ada hari ibu, ketidak tahuan ini bukan berarti saya tidak menghargai atau tidak cinta dengan ibu saya. Karena saya berfikir sangat tidak layak seseorang se-terhormat IBU hanya di rayakan, disayang, dicintai, dan dibanggakan hanya pada hari tertentu. Bagi saya tiap detik tiap menit gak peduli jam berapa, tanggal berapa, hari apa, tahun berapa adalah hari kasih sayang untu ibu kita. Bukan seberapa banyak status yang menyatakan hari ibu karena gak semua emak-emak bisa baca status di FB, gimana bisa baca lha wong internet ja masih bingung..

Mungkin hal yang perlu kita renungkan dengan diadakan hari ibu adalah sebagai perenungan buat kita bersama bukan sebagai ucapan semata. Kita renungkan di hari ini apakah kita sudah memberikan Huge Quality untuk membahagiakan, mengembangkan senyum, dan apapun itu yang pada intinya selalu membuatnya bangga dan bahagia karena punya anak-anak seperti kita. Seberapa sering kita membuatnya meneteskan air mata, membentakNya, dengan kebandelan dan kenakalan kita membuatNya sering menahan nafas dan mengelus dada. Ibu ingin marah tapi karena sayangNya pada anakNya beliau masih menahan diri demi membanggakan dan membesarkan hati kita. Sudahkah kita membalas kepercayaan yang beliau berikan pada kita dengan balasan yang sesuai dengan harapan beliau.

Dikesempatan hari ini marilah kita berjanji pada diri kita masing-masing untuk tidak pernah mengecewakan Ibu kita lagi. Kita buat beliau bangga dan selalu tersenyum senang ketika kita datang. Ibu kita tahu kita sering membuat Ibu susah, diwaktu kecil Ibu sering terjaga demi memberikan ASI pada kita, ketika kita menangis ibu bergegas untuk menenangkan kita. Apapun Ibu lakukan demi kesehatan, kepandaian dan tumbuh kembang kita. Kau rela kelaparan demi membelikan susu kita, relas kesana kemari demi pendidikan kita. Ibu maafkan kami jika selama jauh dari Ibu baik saat menempuh pendidikan atau apapun kita pernah mengecewakan ibu. Terlalu banyak utang budi kita pada Ibu Kasih sayangmu tak akan pernah mampu untuk kami balas sampai kapanpun.

Ibu hanya bait-bait Do'a yang bisa saya lantunkan demi keselamatan Ibu, Kesehatan, Kelancaran dan semua yang terbaik Buat Ibu.


" Ya Allah Azza Wajalla ampunilah dosa-dosaku, dan dosa kedua Bapak-Ibu kami kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani kami sejak kecil"
Janganlah pernah lupa untuk membaca Do'a ini ditiap hari kawan..