Laman

Saturday, 31 December 2011

Tetaplah Setia Meski Terlihat Tolol


(Gambar dikutip dari sini)

Tetaplah Setia Meski Terlihat Tolol
Tidak terasa 31 Desember 2011 telah datang dan kurang lebih 5 jam lagi akan pergi dan berganti tahun 2012. Dentingan hujan terus menghiasi dan mengiringi malam ini, seolah hujan tak mau kalah ingin menghantarkan kepergian tahun 2011 dan menyambut datangnya tahun 2012 layaknya ribuan orang baik anak-anak dengan teropetnya, remaja dengan segala asesorisnya mulai sepeda yang di blong knalpotnya yang biar dikatakan gaul..hahaaa.. padahal ganggu banyak orang, pasangan muda-mudi ababil dengan sederet rencana yang sudah di susun 2-3 minggu yang lalu, emak-emak dan bapak-bapak beserta keluarganya dengan segudang event dan acara yang telah direncanakan pula hanya untuk sekelumit moment yaitu tahun baru. Ko’ jadi bahas ini ya.. hehee.. this is just opening to make my finger can typing more and more..

Ehm.. aku mau nulis apa ya?? Yupz sesuai judul yang sku tuliskan, sedikit ingin merenungkan mengenai ‘KESETIAAN’. Apa sih yang disebut kesetiaan?? Aku juga kurang tau secara pasti jika harus menjelaskan hal ini. Yang jelas menurut hemat saya setia itu ya tetep menjaga komitment yang telah disepakati bersama apapun yang terjadi dengan kesepakatan yang telah dibuat. Layaknya seorang cewek dan cowok yang sedang dibuai asmara alias saling mencintai satu sama lain. Memang sih terkadang kesetiaan itu membuat seolah-olah kita layaknya seorang yang bodoh dan gak punya otak kali ya. Lihat saja seorang cowok yang rela pagi-pagi nganterin ceweknya berangkat ke kampus padahal kadang dia sendiri jarang bangun pagi, aneh bukan?? Apa ini yang disebut kesetiaan? Atau sebuah pengorbanan demi seorang buah hati?? Hahaa.. aneh memang tapi itulah kenyataan.

Ada juga seorang cewek yang tetep setia meski sering disakiti ma cowoknya. Padahal , kadang sekedar hanya untuk dimanfaatin ya sebagai penghilang status single gitu atau apalah itu. Dan masih banyak kasus cerita cinta dan kesetiaan yang kadang bisa membuat seseorang berubah 180 derajat dari kebiasaan yang iya lakukan sehari-hari. Sehebat itukah kekuatan suatu kesetian akan suatu komitment?? Atau karena adanya suatu bumbu cinta?? Entahlah semua tidak ada yang pasti karena sulit memang untuk menggambarkan dan menelaah itu semua. Yang jelas akan ada sejuta cerita dan makna ketika ingin menjelaskan tentang dampak dan makna suatu kesetiaan.
Salahkah jika kita tetap setia meski kadang hal itu membuat kita menjadi manusia yang bodoh?? Kesetiaan yang berlebih bisa membuat logika tak bermakana dan pikiran tak mampu menjangkaunya. Meski terpuruk dalam kesedihan dan ketidak pastian demi sebuah kesetiaan banyak orang yang rela menerjangnya. Tidak perduli apa yang orang lain katakan mereka berteriak dengan penuh keyakinan dan sangat lantang “Aku yakin semua ini akan berakir dengan bahagia”. Meski kebahagiaan yang sudah pasti didepan mata demi suatu kata kesetiaan orang rela melepaskan itu semua dan tetap teguh dengan penuh resiko dan ketidak pastian. Meski kadang menyesakkan yakinlah bahwa kesetiaan akan berujung pada suatu kebahagiaan. Karena kesetiaan akan menumbuhkan keteguhan hati, semangat pantang menyerah, tekad yang kuat dan pantang menyerah apapun yang terjadi. Karena setiap yang baik insyaallah akan dibalas dengan suatu yang baik pula. Ketika kesetiaan itu tidak berakir dengan bahagia, yakinlah suatu saat nanti Allah akan membalasnya dengan yang jauh lebih besar sebesar pengorbanan yang telah kita berikan.

Sesakit apapun, sesedih apapun tetaplah berdiri tegak dan tetap mempertahankan komitment yang telah dijanjikan. Tidak ada sesuatu yang mulus tentunya, jalan yang terlalu muluspun juga tidak enak dan pastinya akan sangat membosankan. Dinamika itu pastinya akan memberikan banyak pelajaran dan memberikan sejuta makna ketika kita mampu bertahan ditengah terjangan cobaan yang mencoba untu meruntuhkan kesetian kita. Tolol memang, tapi ketololan yang sangat beralasan tentunya... heheee.....