Laman

Thursday, 29 December 2011

Merindukan Masa-Masa Itu..


(Gambar dikutip dari sini)
Aku tersadar bahwa kadang aku melihat segala sesuatu dengan cara yang lurus dan dengan harapan yang lurus pula. Simple memang. Tidak muluk-muluk, tapi bukan berarti tanpa tujuan yang pasti. Kita tidak bisa melihat semuanya dengan cara yang sama untuk dapat menilainya. Yah, susah memang untuk melihat dari semua sisi. Semua pemikiran yang seperti ini, dan sekarang sudah mulai bisa melihat dengan penglihatan orang lain, dengan sudut pandang mereka, dengan posisi mereka, dengan harapan mereka, dengan semua yang mereka rasakan.
Tidak semua kebenaran terlihat benar, begitupun sebaliknya. Tidak selamanya orang baik selalu benar, dan sebaliknya.
Tidak selamanya kita bisa menilai sebuah kesalahan sebagai kelanjutan. Yang bisa membuat orang tersebut merasa selalu salah dan patut untuk disalahkan. Atau mungkin hanya untuk dimaafkan.
Keberadaan kita pada tempat, posisi, waktu, dan penyikapan yang akan menentukan bagaimana cara kita menilai.
Kadang keadaan yang membuat kita bertindak diluar logika, entah itu dianggap salah atau benar. Yang jelas dalam benak kita ada sesuatu yang....yah, bisa dibilang unpredictable. Harap dimaklumi, tapi tidak bisa dianggap sebagai pemakluman.
Sederhananya, merindukan yang dulu tapi mensyukuri yang sekarang. Kadang memeng terasa sulit untuk jump atau meninggalkan saat-saat dimana kita merasakan kebahagiaan yang bisa membuat keadaan kita terbang melayang membumbung tinggi layaknya awan dan bintang serta bulan yang menghiasi langit nun indah.
Apapun itu aku harus segera sadar dan bangun dari ini semua, karena ini adalah dinamika kehidupan. Hidup memang harus dinamis tidak boleh statis. Jika hidup statis tentunya amat sangat membosankan, sedinamis apapun kehidupan ini harus tetap dijalani dengan senyum indah yang harus selalu mengembang dan menghiasi wajah ini. Sedih tiada guna karena hanya akan menambah kepenatan dan kemurungan wajah nun indah karunia Illahi ini.
Meski tertatih kucoba untuk pulih, dengan segenap rasa dan kusatukan seluruh kekuatan ini untuk melangkah kedepan dan meninggalkan kenangan masa lalu. Masa lalu bukan untuk disesali atau dipikirkan bahkan kata orang dikubur dalam-dalam. Namun masa lalu adalah cermin alias sebagai pegangan hidup buat melangkah kearah dan medan yang lebih baik. Jika pernah jatuh tentunya jangan sampai jatuh dengan cara yang sama dan kenapa bisa jatuh itu yang harus selalu kurenungkan. Disaat bahagia kenapa aku bahagia dan bagaimana aku bisa bahagia itu yang harus aku renungkan.
Dan sudah saatnya aku ucapkan selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa sekarang dan akan kusambut masa depan dengan penuh keceriaan dan kesenangan yang selalu mengembang dibinar-binar wajahku yang indah. Sahabat, keluarga dan semua orang-orang yang saya cintai dan mencintaiku selalu ada buat aku.