Laman

Sunday, 31 October 2010

Berguru Kasih Saying Pada Hewan


Di zaman yang semakin modern nan canggih ini banyak sekali manusia yang semakin tidak kenal yang namanya kasih saying. Banyak orangtua yang sering memukul anaknya, menelantarkanya bahkan di warta berita sering anak baru lair tidak segan-segan di buang atau di bunuh. Banyak suami-suami yang sering main tangan pada istrinya dan banyak istri pula yang tidak menghormati suaminya dan endingnya meja perceraian. Padahal hal itu tidak di sukai allah swt. Sering karena hal yang sepele harus bertengkar dengan teman dan saudara, karena tidak di turuti permintaan ini itu seorang anak marah pada orangtuanya. Karena hal yang sepele cewek dengan cowoknya yang dulunya mesra pasang muka sekan-akan tidak pernah kenal bahkan menyapapun tidak sudi .

Apa sebenarnya yang ada dalam hati dan pikiran mereka yang melakukan hal tersebut. Marilah kita lihat dan kita renungi kasih sayang hewan yang luar biasa berikut.
Ayam
Ketika ayam mau memiliki anak dia membuatkan sarang yang nyaman buat tempat telur agar telurnya bener-bener aman. Kemudian ayam tersebut mengengkrami telur tersebut selama kurang lebih 21 hari, dengan resiko dia harus mengurangi waktu makan dan waktu keluar dan menikmati indahnya sinar mentari d pagi hari. Ayam menekuk lutunya dan melebarkan sayapnya agar semua telur-telur dapat terengkrami semua dan tidak pecah karena tertimpa berat badanya. Ketika sudah menetas induk ayam begitu dengan telaten mengarahkan anak-anaknya untuk belajar mengenali makanan dan cara mencari makan. Dengan kasih sayangnya ketika turun hujan induk ayam harus menekuk lututnya dan melebarkan sayapnya agar anak-anaknya dapat masuk di sela-sela badanya dan merasakan kehangatan meskipun sang induk kehujanan dan harus jongkok lama demi melindungi anak-anaknya.

Buaya
Buaya merupakan salah satu binatang yang terkenal cukup buas, tapi memiliki kasih sayang yang luar biasa terhadap anak-anaknya. Ketika hendak bertelur buaya pergi ke tepi pantai dan membuat tempat persembunyian agar telur-telur dapat aman dan menetas dengan selamt. Setelah menetas tentunya anak-anaknya kesulitan hendak pergi ke laut, karena elang-elang ganas sudah siaga untuk menerkamnya jika dia merayap-rayap d tepi pantai. Sang induk membawanya dengan mulutnya dan meletakanya di air dan selamatlah anaknya dari terkaman elang ganas. Yang sangat menarik anak-anak  yang di bawa dengan mulutnya tidak ada yang terluka, patah tulangnya, atau hancur karena giginya yang tajam. Hal itu karena sang buaya membawanya denganpenuh kasih sayangnya.

Kucing
Begitupun dengan kucing, ketika melahirkan dan sang anak belum bisa berjalan kesana kemari sang induk memindahkan anak-anaknya dengan cara menggigit dengan mulutnya. Pertama aku melihat tega sekali ni induk kucing, subhanallah ternyata anaknya begitu nyaman d mulut induknya tanpa berteriak kesakitan dan di pindahkan anaknya satu persatu ke tempat yang lebih nyaman. Dengan rasa kasih sayang yang tinggi taring-taring kucing yang cukup tajam tidak sampai menyakiti sang anak.

Dan banyak sekali makluk ciptaan allah yang lain yang dapat kita lihat dan kita renungkan betapa luar biasa allah menciptakan setiap makluknya dengan di bekali rasa kasih sayang. Semestinya sebagai manusia yang derajatnya lebih tinggi daripada hewan memiliki rasa kasih sayang yang luar biasa di bandingkan hewan. Karena manusia d bekali akal yang tentunya dapat melihat di seklilingnya. Jika hewan-hewan mampu menerapkan kasih sayang yang luar biasa pada keluarganya sangat ironis jika masih banyak manusia yang masih berbuat kasar, anarkis, merusak, dan berbuat kejam pada keluarga, teman, pasangan, cewek, cowok, lingkungan sekitar, dan alam tempat manusia berada.
Jika rasa kasih sayang selalu ada pada tiap-tiap pribadi manusia dunia ini akan terasa damai, tentram , nyaman. Dan tentunya alam juga akan bersahabat dengan manusia, alam adalah ciptaan allah yang sangat patuh dan tunduk kepadanya sehingga alam tidak akan bertindak di luar peintahnya. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dan selalu patuh tidak pernah air mencoba untuk mengalir dari tempat yang rendah ke tinggi. Manusialah yang mencoba merubahnya dengan cara memasang pompa dan memaksa air untuk mengalir dari tempat yang rendah ke tinggi. Tapi selama dalam tahap wajar airpun tidak akan beraksi dan merusak. Begitupun dengan tumbuhan, gunung-gunung, dan ciptaan yang lain. Terjadi bencana di mana-mana sekarang ini karena hilangnya rasa kasih sayang manusia terhadap ala mini. Manusia merusak keseimbangan system yang telah allah ciptakan sehingga alam bereaksi tak wajar dan manusia menyalahkan sang pencipta dan kadang percaya pada hal-hal yang bisa menyebabkan syirik.

Di penutup tulisan ini saya mengingatkan diri saya sendiri dan pembaca sekalian marilah kita tumbuhkan kasih sayang pada diri kita karena allah membekali setiap makluk ciptaanya dengan kasih sayang. Jangan sapai kita di kalahkan oleh hewan yang memiliki kasih sayang lebih baik daripada kita. Manusia harus lebih baik karena bekal yang di berikan lebih baik pula. Sayangi orang-orang di sekitar kita dan sayangi alam kita dan sayangi apapun yang ada di sekitar kita.

Salam kasih sayang
31/10/1010
Yani di panggil somen