Laman

Friday, 2 March 2012

Ke Masjid Apa Mall Ya...???


Kakek tua yang sudah berumur dengan kombinasi bapak-bapak setengah tua. Ya itulah pemandangan yang selalu aku lihat dimasjid-masjid di era modern ini. Saat masih dikampung fenomena itu ternyata tidak hanya dikampung atau desa saja, ketika aku pindah ke ibu kota beberapa bulan rata-rata fenomenanya-pun tidak jauh beda. Kemana kau generasi muda?? Kemana anak-anak kecil yang penuh riang gembira dengan semangat untuk belajar membaca al-qur'an yang harusnya menghiasi halaman dan sudut ruang masjid. Beda sekali ketika aku masih kecil dulu dan tidak salah jika aku menjumpai banyak anak-anak kecil dan muda jaman sekarang kurang bisa bahkan ada yang tidak bisa membaca Al Qur'an dan itu aku lihat secara langsung.
Aku tidak butuh engkau megah-megahkan dengan ornamen dan hiasan yang luarbiasa yang bisa memukau banyak orang. Aku hanya butuh kau ramaikan minimal disetiap lima waktu dalam sehari satu malam. Kurang lebih itulah jeritan hati beberapa masjid yang berdiri kokoh dan megah yang tersebar di seantero jagad raya ini. Ketika awal pembangunan atau konsep dalam mencari dana semua masyarakat bersatu bahu-membahu satu sama lain. Tidak ada rasa lelah ataupun malas meski siang dan malam berjuang demi terwujudnya dan berdirinya masjid megah tersebut. Bisa dibayangkan bahwa masjid tersebut akan ramai saat sudah berdiri dan berfungsi untuk sholat dan tempat belajar ilmu agama yang benar.

Namun, semua itu hilang dan luntur begitu saja ketika peresmian masjid dilakukan. Bahkan untuk memenuhi saft depan saja sangat sulit. Kemana semangat itu?? Kenapa kau biarkan aku sepi dan tak ramai lagi?? bahkan beberapa masjid dialih fungsikan sebagai wisata religi bukan lagi tempat yang ramai untuk belajar agama. Bandingkan dengan mall yang tidak pernah sepi begitu dibuka bahkan makin lama makin ramai pengunjungnya. Apakah tidak terdengar panggilan adzan sebagai wujud panggilan langsung dari Allah?? Apakah panggilan Allah tidak penting?? Tidak kau dengar?? atau pura-pura tidak kau dengar?? Entahlah.. Rumit memang untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Karena akan muncul beraneka ragam jawaban sebagai wujud pembelaan diri.. heheee...

Ketika ada premiere film baru bioskop penuh, namun ketika ada poster dan berita ada kajian tentang agama biasa-biasa aja tuh.. tanya kenapa?? aku juga tidak tahu jawabannya. Tanya aja pada rumput yang berdendang pasti juga gak mau jawab.. :P Yang jelas sudah saatnya kita sadar akan hal ini. Sepertinya remeh dan simpel memang tapi ini sebagai salah satu pondasi dasar untuk membentuk attitude serta mental generasi muda yang disiplin dengan melaksanakan sholat lima waktu tepat waktu. Sebagai landasan dasar generasi muda yang ambisius karena memilih pahala 27x daripada hanya sekedar pahala 1x dengan sholat sendiri. Sebagai wujud semangat generasi muda untuk jadi lebih baik tentunya. Ajaklah semua orang dekatmu untuk sadar akan hal ini... hehee.. udah kepanjangan kayaknya.. udah dulu ya semoga bermanfaat bagi yang nyasar dimari..

salah hangat selalu
Medan 02-03-2012
somen_49