Laman

Monday, 7 February 2011

Renungan 24 Jam


Tik tik tik detik bertambah detik menjadi menit kemudian menitpun menjadi jam dan tidak terasa 24 jam telah berlalu. Betapa cepatnya waktu yang aku miliki, dan dari waktu 24 jam yang aku miliki coba aku ingat-ingat telah aku gunakan untuk apa?

Hampir 5 jam aku gunakan untuk tidur, berjalan menuju masjid 5x dengan total kurang lebih 1 jam di tambah sholat sunah duha dan tahajud 0.5 jam, dan waktu sisanya banyak aku habiskan untuk berkutat dengan belajar di kelas tentang ilmu dunia dan aku gunakan untuk membaca buku-buku kuliah yang cukup tebal dan di tulis dengan bahasa yang begitu asing buat aku.

Dari 24 jam berapa waktu yang telah aku gunakan untuk mempersiapakan akhiratku? Setelah dihitung dari 24 jam hanya 1.5-2 jam dan sisanya aku sibukan untuk mempersiapkan dunia yang sebenarnya hanyalah sementara. Tidak banyak waktu yang telah aku gunakan untuk belajar ilmu agama, Yang merupakan modal sebenarnya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Betapa hinanya hambamu ini ya allah yang lebih mementingkan ilmu dunia daripada ilmu milikmu.
Di masa-masa kuliah berangkat ke kampus dengan penuh semangat meskipun terik matahari cukup menyengat hujan berusaha menghalangi langkah tetap terjaga untuk menuju kelas demi menerima materi dari bapak ibu dosen. Dan tidak pernah bosan mendengarkan dosen menjelaskan panjang lebar materi-materi yang belum tentu aku mengerti. Ketika dosen mewajibkan membawa text book tiap masuk kuliah dengan semangat dan pontang panting aku mencarinya di perpustakaan, pinjam senior sana-sini dan bahkan menyelami dunia maya buat nyari buku tersebut.

Sungguh sangat berbanding terbalik ketika belajar ilmu agama, berangkat menghadiri pengajian hampir bisa di hitung dengan jari, banyak alasan dan ribuan alasan untuk tidak hadir karena ini itu. Dan ketika hadirpun sangat berbeda ketika mendengar materi dari dosen. Dan akupun tidak begitu panik ketika tidak membaca kitab tauhid, kitab aqidah, hadist, adab-adab rosullullah, dan banyak buku-buku ilmu agama lain yang mengajarkan tatacara beribadah yang benar.

Ketika mencari pembimbing skripsi akupun mencari yang berkualitas, yang sekolahnya di luar negeri dan ahli pada bidang tersebut. Tetapi aku tidak pernah mencari uztad yang bener-bener berkualitas yang belajar ilmu agama dari arab. Ketika belajar ilmu dunia merasa tidak bisa langsung bertanya dan mencari referensi dari banyak pihak dan tidak mudah percaya dengan orang lain. Tetapi mengapa tidak pernah penasaran tentang bagaimana tata cara ibadah aku? Apakah sudah benar? Apakah sudah sesuai dengan yang di lakukan Rosullullah? Dan mengapa tidak berusaha mencari dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Seandanya di tuliskan terus menerus waktu yang aku habiskan untuk mempersiapkan akhirat sungguh amat sangat sedikit sekali. Ini baru 24 jam yang di bahas, bagaimana kalau dalam hitungan hari, minggu, bulan, dan tahun.

‘ya allah yang maha pengasih dan penyayang betapa lemah dan kurangnya hambamu ini, setiap hari selalu meminta kepada engkau selalu. Ya Allah jadikanlah kami hambamu yang selalu iklhas menerima takdirmu, jadikanlah kami hambamu yang selalu istiQomah di jalanmu. Ya Allah jika dosa itu berbau sungguh betapa bau sekali hambamu ini, Ampunilah dosa-dosa kami Ya Allah. Kuatkanlah hati,niat,pikiran dan fisik kami untuk selalu mengejar ilmu yang engkau berikan Ya Allah’