Laman

Wednesday, 12 January 2011

Test Hipotesa

Test hipotesa adalah sebuah cara yang sederhana yang di gunakan untuk menentukan kapan suatu hipotesa di nyatakan di tolak atau di terima. Di dalam hipotesa melibatkan lebih dari satu parameter dari populasi yang akan di uji.
contoh:
Life Cycle Time Roda motor dari perusahaan A adalah 1.200 km. Ketika roda tersebut di produksi dengan prses manufaktur di perusahaan B, pihak perusahaan menyatakan bahwa life cycle time-nya lebih lama. Untuk menguji apakah pernyataan tersebut bisa di terima atau tidak maka perlu di lakukan uji hipotesa Apakah benar jika roda di proses di B lebih lama umurnya atau tidak ada perbedaan antara umur roda di perusahaan A atau B

Dalam melakukan proses tes hipotesa kita gunakan penamaan atau simbol sebagai berikut:
Di mana:
Ho adalah statement yang menyatakan sama atau tidak ada perbedaan.
Hi adalah suatu statement yang menyatakan adanya perubahan atau perbedaan.
Jika Ho yang di terima maka bisa di katakan tidak ada perbedaan umur roda saat di proses di perusahaan A dan perusahaan B.
Jika Hi yang di terima maka ada perbedaan dan dapat di simpulkan bahwa umur roda saat di proses di perusahaan B lebih lama.

Contoh Aplikasi Tes Hipotesa dg bantuan software MINITAB ( 1-Sampel t ):
The mean diameter of the bearings should be 110mm. To test the mean diameter of the bearings produced in line A, 15 samples were taken.
                    119        110        108        120        117        109        96        104
                    123        113        129        106          93          92      102
Test if the mean diameter of bearings produced in line A is less than  the mean with significance level of 5 %.(data file: Bearing Diameter)
Analisa:
Hypothesis :  H0 : m = 110 (mm)
                    H1 : m < 110 (mm)
Aplikasi Data Minitab:
1. Masukkan Data pada work sheet MINITAB
 2. Stat > Basic statistics > 1-Sample t.
3. Hasil/ Keluaran MINITAB
Karena P>0.05 maka Hipotesa awal atau Ho tidak dapat di tolak atau di terima. Degan demikian dapat di simpulkan bahwa pernyataan bahwa diameter bearing pada line A lebih kecil adalah tidak benar.
Mungkin ada pertanyaan dari rekan sekalian, apa itu P???
P yang biasa di sebut 'P value' adalah probabilitas kesalahan bahwa hipotesa awal ( Null Hipotesa ) tidak benar. Sehingga jika 'P value' nilainya kurang dari 0.05 dapat di simpulkan bahwa null hipotesa tidak benar.
Kenapa harus 0.05 ( 5% ), apakah harus 5%??? jawabanya tidak harus. Pemilihan P value tergantung pada situasi dan kondisi. Selain 5% bisa kita gunakan 1% atau 10%.
- 1%    : In case we expect a big loss due to type I error.
- 10%  : In case loss is insignificant. 
Cukup dulu ya kawan dah capek ngetik... :D
Semoga bermanfaat, jika ada yng ingin di tanyakan silahkan..