Laman

Sunday, 14 February 2010

PERSEPSI ATAU PANDANGAN ORANG TERHADAP NILAI SUATU KESUKSESAN


waktu masil kecil saya selalu membayangkan dan bercita-cita ingin menjadi orang yang sukses. Pastinya dengan sukses saya bisa membahagiakan orangtuaku, keluargaku dan orang-orang disekitarku. Dari angan-angan dan harapan itu saya mulai belajar dengan cukup serius dan agak rajin dikit. Dengan seiring bertambahnya waktu saya mulai berfikir dan terus terngiang dibenaku tentang tolak ukur kesuksesan seseorang itu apa?? pikiranku mulai bergejolak dan bertanya kesana kemari minta pendapat orang tentang kesuksesan. Hampir semua orang yang aku tanya selalu menjawab dan memaknai kesuksesan dengan tolak ukur kekayaan. Orang yang sukses itu seperti ini lo tole:
  • Punya kedudukan dan pangkat sehingga bisa dipandang orang.
  • Punya kekayaan yang cukup melimpah.
  • Punya pekerjaan yang mapan.
  • Dan banyak lagi yang lain.
kemudian saya mulai merenung dan terus berfikir, sungguh serakah sekali manusia itu diantara semua jawaban selalu merujuk pada duiawi semua dan hampir tidak ada yang memikirkan dan mengukur kesuksesan mereka dengan seberapa jauh ibadah mereka, iman mereka, sudah seberapa banyak mengingat ALLAH sang maha pencipta.

Dari situ saya mulai berfikir dan mencari suatu makna kesuksesan yang benar-benar tidak egois yang hanya mengukur dengan duniawi saja. KESUKSESAN adalah kondisi dimana kita bisa melakukan sesuatu tanpa ada unsur paksaan dan bisa berkreasi sesuai dengan hati nurani yang tentunya tidak menyimpang dari aturan islam (agama yang saya anut) dengan begitu kita bisa beribadah dengan baik dan bisa bekerja dengan senang hati. Apalah artinya kekayaan, pangkat, dan jabatan kalau hidup kita setiap hari dirundung kegelisahan dan diatur oleh orang lain. Suatu hal yang perlu diingat setingi apapun jabatan dan kedudukan anda jika anda masih bekerja pada orang lian status anda adlah buruh (maaf bukan berarti merendahkan). suatu contoh kecil, seorang pedagang ES buah segar merasa seperti manager karena dia merupakan pemilik dari usaha ES tersebut. Coba bandingkan dengan manager sebuah perusahaan perminyakan atau pertambangan, status managernya masih buruh karena dia bekerja untuk orang lain dan ketika dia tidak bekerja atau kinerjanya jelek dia siap untuk dipecat. Beda dengan pedagang ES tadi dia mau kerja mau tidak tapi perusahaan ES-nya masih tetap jalan. Dengan demikian bisa dikatakan pedagang ES tersebut lebih sukses daripada MANAGER perusahaan bear ( itu menurut pandangan saya, kalau menurut pembaca bagaimana?? silahkan direnungkan saja).


cukup dulu besuk dilanjut lagi.....................!!!!!!!!