Dinginnya angin malam di kala fajar sadiq menyapa begitu segar dan menyejukan hati serta menentramkan jiwa di setiap insan yang tergugah hatinya untuk bangun dan melangkahkan kaki menuju rumah Allah untuk sejenak bermunajat dan berkomunikasi dengan Rabb pecipta alam semesta. Di kala para Ibu dan beberapa wanita yang lain masih enak dan asik dengan tidurnya serta beberapa ibu-ibu ada yang sudah ribut memasak untuk suami dan anak-anaknya, namun, tidak untuk Ibu paruh baya yang satu ini. Sekali lagi hati dan jiwa ini bener-bener di buat tertegun dengan rutinitas Ibu paruh baya yang hampir selalu aku jumpai di kala aku melangkah menuju panggilan Adzan yang begitu nyaring.
Di kala ibu-ibu PKK yang lain asik bercengkarama dengan peralatan dapur beliau Si Ibu paruh baya tersebut asik dengan rutinitasnya dengan di temani peralatan tempurnya tiap hari. TIdak logis memang jika di pandang seorang wanita paruh baya harus di temani peralatan tempur seperti itu. Mau tau gak apa rutinitas dan peralatan perang si Ibu paruh baya itu?? taukah para sobat catatan kang somen yang saya cintai karena Allah, si Ibu dengan semangat memanggul tas yang terbuat dari karung besar dengan modifikasi penguat layaknya tong sampah yang besar di punggungnya. Di tangan kirinya memegang tas karung yang tidak kalah besar serta tangan kanan dengan besi kecil untuk memilah-milah sampah di setiap tong atau keranjang sampah yang berada di tiap depan tumah di perumahan tempat aku berteduh saat ini. Yupz... kerjaan Ibu yang sangat meulia tersebut adalah tukang pungut sampah di perumahan di tempat tinggal aku yang baru.



